Rencana besar Telkomsel setelah memenangkan lelang frekuensi 5G

Rencana besar Telkomsel setelah memenangkan lelang frekuensi 5G

Karstcountry – Telkomsel menjadi salah satu dari tiga operator seluler yang mendapat tambahan amunisi 10 MHz setelah memenangkan lelang 2,3 GHz.Setelah pengumuman Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo), Telkomsel mengungkapkan rencana penting untuk frekuensi 5G ini.

Menambahkan 10 MHz, artinya Telkomsel menguasai keseluruhan bandwidth 40 MHz pada frekuensi ini yaitu 2,3 GHz, sedangkan pada 800/900 MHz cabang Telkom tersebut memiliki 15 MHz, sehingga 1,8 GHz memiliki bandwidth 22,5 MHz dan frekuensi. 2,1 GHz dengan bandwidth 15 MHz.

Telkomsel berkomitmen untuk memaksimalkan penggunaan spektrum tambahan yang diamanatkan pemerintah untuk mendorong penyediaan akses broadband berteknologi tinggi dengan kualitas tertinggi dan jangkauan yang seragam di seluruh negeri, sambil terus mengembangkan teknologi telekomunikasi terkini yang diterapkan di Indonesia, misalnya. 5G.

https://www.republikseo.web.id/tanya-veronika-asisten-virtual/

Lebih lanjut, investasi Telkomsel untuk memperoleh tambahan pita frekuensi 2,3 GHz menunjukkan bahwa perusahaan harus selalu menjadi yang terdepan dalam memenuhi kebutuhan masyarakat agar dapat menggunakan layanan broadband yang nyaman dan efisien dengan teknologi terkini, terutama dalam memperkuat integrasi dan ekosistem digital yang berkelanjutan.

Sebagai informasi, Telkomsel memberikan penawaran harga Rp 144,8 miliar untuk akuisisi Blok C yang meliputi Zona 4 (Banten, Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi), Zona 5 (Jawa Barat; kecuali Bogor, Depok dan Bekasi) Zona 6 (Jawa Tengah), Zona 7 (Jawa Timur), Zona 9 (Papua), Zona 10 (Maluki dan Maluki Utara), Zona 12 (Sulawesi Utara) dan Zona 15 (Kepulauan Riau)

“Langkah korporasi melalui investasi bandwidth ini mempertimbangkan berbagai aspek seperti investasi yang matang dan strategi pengembangan bisnis dengan dukungan finansial yang kuat serta rencana transformasi Telkomsel yang kini menjadi perusahaan telekomunikasi digital,” ujar CEO Telkomsel Setyanto. Hantoro Dalam siaran persnya, Jumat (18/12/2020).

Sementara pemerintah diharapkan untuk menggelar jaringan 5G di masa depan, Telkomsel akan menggunakan tambahan pita 2,3 GHz untuk memperluas layanan 4G. Di sisi lain, operator seluler yang identik dengan warna merah ini terus mengembangkan teknologi 5G terkini.

“Penambahan spektrum tersebut akan digunakan untuk meningkatkan pengembangan layanan broadband 4G terkini dengan memaksimalkan kapasitas dan kualitas jaringan broadband bagi pelanggan di pelosok Indonesia, serta terus mengembangkan penerapan teknologi jaringan 5G terkini. segera hadir di Indonesia.Kami berharap pencapaian ini juga turut memperkuat ekosistem digital di Indonesia. Indonesia termasuk industri kreatif digital, e-commerce dan mendorong transformasi digital pada segmen mikro, usaha kecil dan menengah (UMKM), tambah Setyanto.

Pada tahap awal, Telkomsel akan melanjutkan pembangunan BTS 4G LTE dengan memaksimalkan ketersediaan frekuensi sebesar 2,3 GHz, terutama di daerah dengan trafik tinggi pada layanan broadband. Dampaknya, masyarakat dapat menikmati kecepatan akses mobile broadband tercepat, yang lebih tinggi dan berkualitas lebih baik, dan bandwidth jaringan dapat memenuhi kebutuhan bisnis digital masyarakat.

Tambahan pita frekuensi 2,3 GHz dengan frekuensi 10 MHz akan mulai digunakan segera setelah proses refarming dan Kementerian Komunikasi dan Informatika yang telah menerbitkan izin pita frekuensi radio (IPFR) hingga awal tahun 2021, sehingga bahwa alokasi pita berpemilik dapat terus menerus dan dioptimalkan untuk operasi pita lebar.

Cek Masa Aktif Telkomsel http://www.stepneyhardware.com/masa-aktif-pulsa-telkomsel/

Telkomsel juga berjanji untuk memenuhi kewajiban yang telah ditetapkan Kementerian Komunikasi dan Informatika bagi peserta yang telah lolos seleksi penugasan tambahan frekuensi 2,3 GHz, termasuk penyajian jaringan 5G, pengembangan infrastruktur 4G / 5G diutamakan. lokasi seperti destinasi wisata prioritas Labuan Bajo, Mandalika, Likupang, Danau Toba dan Borobudur) serta pembangunan infrastruktur 4G / 5G di setidaknya 25% kota / kabupaten di Indonesia yang telah terkoneksi melalui fiber memaksimalkan frekuensi radio alokasi pita diperoleh melalui proses seleksi.

“Penambahan spektrum frekuensi ini akan memperkuat fondasi bagi perkembangan bisnis digital yang masih dibangun Telkomsel dan pada kuartal III tahun 2020 mengalami peningkatan lebih dari 10% dibandingkan periode yang sama tahun lalu,” ujarnya. Kata Setyanto.

Baca Juga VoLTE Telkomsel http://newautoglass.net/kamu-belum-menggunakan-telkomsel-volte-begini-caranya/

Anda mungkin juga suka...