Skill Dasar yang Harus Dikuasai Pesepeda

Skill Dasar yang Harus Dikuasai Pesepeda

Karstcountry –┬áBersepeda bukan hanya untuk kecepatan dan tamasya. Bagi pemula atau pesepeda berpengalaman, terkadang kita lupa prinsip atau keterampilan dasar tertentu untuk dikuasai dan dilatih, oleh karena itu aktivitas bersepeda sendiri atau berkelompok. Keterampilan atau kemampuan berikut bukanlah keterampilan lanjutan, tetapi harus digunakan dan dapat dipraktikkan secara spontan atau secara alami.

1. Pindah / ganti gigi

Irama atau kecepatan mengayuh yang ideal untuk bersepeda normal adalah sekitar 90 putaran per menit, atau sekitar 1,5 putaran per detik. Untuk mencapai frekuensi putaran pedal yang optimal ini, perlu tekun mengubah kecepatan / rasio / kecepatan sesuai dengan kondisi jalan dan gaya kaki-kaki.

Lihat ke depan dan baca situasinya, pindah gigi sebelum Anda mulai mendaki atau turun. Mengayuh dengan lembut saat memindahkan gigi, bayangkan seperti mengayuh di atas air untuk pengendaraan yang mulus. Ini akan membuat proses perpindahan gigi lebih cepat dan lebih tenang saat perpindahan gigi.

2. Kurva / kurva

Untuk kekuatan kaki baji yang lebih efektif, saya beralih ke gigi yang kita butuhkan saat kita keluar dari baji nanti. Rem sebelum berbelok, bukan selama atau saat berbelok.

Jika memungkinkan, posisikan sepeda di luar kelengkungan jalan (jauh dari tepi jalan) saat memasuki belokan, pindah ke bagian dalam kelengkungan jalan (lebih dekat ke tepi jalan) ke dalam belokan, atau biasa disebut sebagai simpul dan keluar dari kurva lagi setelah keluar dari kurva.

3. Tanjakan / Pendakian

Saat Anda berjalan, nikmati pemandangan dan angkat kepala Anda tinggi-tinggi, tersenyumlah dan duduklah dengan nyaman di sadel sepeda. Jangan terlalu mengencangkan setang / setang atau tuas rem, santai. Bangunlah hanya jika diperlukan, karena mengayuh sambil berdiri tidak seefektif mengayuh sambil duduk. Putar pedal, jangan pukul / berjalan, untuk mengatasi kelelahan dan tetap efisien. Jika harus bangun, pertahankan irama (kecepatan mengayuh) sepeda agar tidak kehilangan momentum saat Anda mengayuh pedal.

4. Turunan / Menurun

Santai dan sesuaikan tubuh anda sehingga anda bersandar pada sadel / sadel sepeda, pada turunan yang sangat curam, posisikan tubuh anda lebih ke belakang, tegak dan tarik diri anda keluar dari sadel sepeda jika perlu. Lihat ke depan, ke ujung jalan, dan pikirkan tentang masa depan, antisipasi di mana kita akan berada, bukan di mana kita berada. Untuk kontrol maksimal, pertahankan tangan Anda di setang sepeda selama pergantian mendadak. Sepeda lebih mudah terguling jika ada halangan atau jika sepeda menabrak sesuatu.

5. Pengereman

Dengan rem yang baik, berikan tekanan ringan ke tuas rem, hanya dengan menggunakan satu atau dua jari. Pada pengendaraan biasa (bukan selama pengereman darurat), kendalikan kecepatan Anda dengan rem belakang sambil membantu menyetir sepeda dengan rem depan; Keseimbangan pengereman akan menunjukkan 85% belakang dan 15% depan.

6. Melawan angin

Untuk meminimalkan tekanan angin, pindah ke kecepatan yang lebih rendah (“lebih kaku”). Jangan arahkan sepeda ke arah angin dengan tubuh lurus; fokuslah menggunakan tubuh Anda untuk keseimbangan saat bersepeda. Saat berkendara secara berkelompok, formasi terhuyung-huyung (berbentuk setengah V, seperti formasi sekelompok burung terbang) sangat efektif dalam membagi beban melawan angin. Pastikan untuk berkomunikasi dengan orang lain untuk memahami apa yang mereka rencanakan dan bagaimana kelompok bergerak.

Untuk kamu yang membutuhkan jasa pembuatan jersey sepeda bisa menghubungi Garuda Print

Anda mungkin juga suka...